My Story with Agatha Christie
Well, kalau ditanya genre apa yang paling aku sukai dari sebuah novel, jawabannya genre detektif. Jadi aku tentu aja sudah ga asing dengan novel-novel Sherlock Holmes dan Agatha Christie. Tapi aku terlebih dahulu kenal dengan Sherlock, bayangin aja aku udah ngefans dengan Sherlock sejak aku duduk di bangku SMP, bagiku tuh gaada novel yang bakal lebih keren dari Sherlock.
Tapi ternyata aku terlalu cepet bikin statement. Kejadiannya saat aku SMA. Jadi di SMA ku itu mewajibkan siswa nya untuk punya novel, dan novel itu harus dibaca saat jam pelajaran yang namanya "budaya literasi". Dan aku saat itu ga punya lagi novel yang bisa aku baca. Akhirnya aku bersama papaku pergi ke toko buku Gramedia dekat rumahku buat cari novel. Dan pastinya, di antara ratusan buku yang dipampang di rak-rak buku, aku bingung mau beli novel apa. Terus tuh tiba-tiba papaku ngeliat novel Agatha Christie, dan bilang ke aku kalau novelnya bagus, pembunuhan gitu. Papaku bilang dulu saat papaku kecil pernah nonton film yang diadaptasi dari novelnya Agatha Christie, terus papaku bilang kalo ceritanya ga ketebak, dan papaku kagum kalo pelaku pembunuhannya tuh yang petugas gali kubur. Haha, sebenernya sampai sekarang aku masih ga ngerti itu film diadaptasi dari novel Agatha yang mana, soalnya aku belum tau novel yang pelakunya itu tukang gali kubur *kalau ada yang tahu, tolong kasitau aku ya?*
Akhirnya karena rekomendasi dari papaku, aku mau beli novelnya Agatha. Karena ga pernah tau menahu tentang novelnya, aku asal comot aja novel nya, ga peduli judulnya apaan. Akhirnya aku milih novel yang judulnya "Hotel Majestic (Peril at End House)".
Akhirnya aku baca tuh novel saat jam Budaya Literasi di sekolahku. Aaaa, aku tenryata ketagihan mbaca nya. Jadi ceritanya tuh si detektif Hercule Poirot dan rekannya Kapten Hastings lagi liburan di sebuah kota kecil di Inggris. Dan ada sebuah kasus kalau salah satu penduduk setempat, Ms Nick Buckley, mendapat teror-teror pembunuhan yang mengancam nyawanya. Dan Poirot dibantu dengan Hastings harus menemukan siapa pelaku teror tersebut. Pokoknya aku bener-bener kaget sama endingnya. Pelakunya bikin aku ternganga ga percaya.
Dan semenjak itu aku jadi ketagihan sama novel nya Agatha Christie. Novel-novel lain yang udah aku baca ada The A.B.C. murders dan The Murder of Roger Ackroyd. Ada lagi novel-novel lain yang aku belum baca sepenuhnya tapi uda dapet spoiler endingnya haha, seperti And Then There Were None, Murder on the Orient Express, dan Buku Catatan Josephine. Dan sekarang aku pingin mbaca yang Pembunuhan di Mesopotamia, tapi masih belum nemu novelnya.
Oke, jadi itu sekilas tentang ceritaku tentang bagaimana perkenalanku yang pertama kali dengan novelnya Agatha Christie. Dan ini jadi bikin aku kagum dengan beliau. Beliau kece banget kalo bikin cerita kriminal, kalau di Sherlock aku suka dengan gimana piawai nya Sir Arthur Conan Doyle dengan detail menjelaskan gimana jalan pikiran dan metode deduksi si Sherlock, kalau dengan Agatha aku kagum bagaimana beliau bisa membuat sebuah alur cerita kriminal yang rumit dan tidak mudah untuk menebak siapa pelakunya.
Jadi tentu saja aku angkat topi untuk The Queen of Crime Fiction, Agatha Christie...


Comments
Post a Comment